Korupsi Pengadaan Tanah PA Blora, Kejaksaan Tahan Panitera  Pengadilan Tinggi Agama 

Mukhidin diantar petugas memasuki Lapas Kelas IIB Blora.

BLORA - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Panitera Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs Mukhidin dalam korupsi pengadaan tanah Pengadilan Agama (PA) Blora di tahun 2008. Penahanan dilakukan setelah Mukhidin menjalani pemeriksaan, Kamis (3/5) sore. 

Perihal penahanan tersebut tertuang di dalam Surat Perintah Penahanan (Tingkat Penuntutan) dengan Nomor: PRINT-562/O.3.28/Ft.1/05/2018 Kepala Kejaksaan Negeri Blora, atas Mukhidin setelah diperiksa sebagai tersangka.

Mukhidin yang statusnya masih sebagai seorang pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih aktif di Pengadilan Tinggi Agama Semarang, resmi ditahan penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Blora, guna kepentingan pemeriksaan perkaranya.

Tim penyidik Kejari menetapkan penahanan terhadap Drs Mukhidin, pada pukul 15.00. Setelah penetapan tersebut, Mukhidin lalu menjalani pemeriksaan tim medis di Rumah Sakit (RS) Permata, Kota Blora, pukul 15.30.

"Mukhidin resmi menjadi tahanan Kejari Blora," kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Blora Davit Supriyanto.

Davit mengungkapkan, di dalam proses penahanan terhadap Mukhidin, pihak kuasa hukumnya hendak mengajukan surat penangguhan penahanan. Namun, oleh pihak Kajari Blora surat penangguhan tersebut tidak dikabulkan.

"Jadi kami masih belum bisa mengabulkan. Alasannya dia (Mukhidin, red) statusnya masih sebagai seorang ASN aktif dan dia masih mau mengajukan surat pengunduran diri," ujarnya.

Dia melanjutkan, Mukhidin sendiri diketahui berperan sebagai pejabat kuasa pengguna anggaran yang menyiapkan semua proposal-proposal dari para penawar.

"Jadi para penawar tinggal teken-teken saja saat itu. Mukhidin sendiri juga berperan menyiapkan berkas-berkasnya dan panitia pengadaan itu hanya formalitas saja," bebernya.

Lebih jauh Davit mengungkapkan, untuk panitia pengadaannya sendiri sampai dengan saat ini masih dalam proses tahap penyidikan.

Kendati demikian, bila di dalam persidangan ada fakta baru maka tidak menutup kemungkinan pihak penyidik Kejari Blora, akan kembali menetapkan status tersangka baru kepada pihak-pihak yang terlibat.

"Dalam berkas perkara yang kami sidik hari ini, kami belum melihat keterlibatan dari panitia pengadaan. Tapi kita uji nanti di pengadilannya. Apabila ada fakta bahwa pejabat panitia pengadaan terlibat, maka semuanya akan kita jadikan tersangka," pungkasnya.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Pengadilan Agama (PA) Blora, Drs Mukhidin yang berprofesi sebagai seorang Panitera Muda itu, dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang (UU) 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Perlu diketahui, penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kantor PA Blora terjadi pada tahun 2008 dan telah dimulai di tahun 2010 dengan ditetapkannya sejumlah tersangka. Setelah bertahun-tahun mandek, bahkan hilang sprindik perkaranya, pada September 2017 lalu kasus tersebut kembali dibuka.

Sebelumnya penyidik menahan tersangka Ida Nursanti pada Senin (30/4) lalu. Kemudian pada Kamis (3/5) penyidik kembali menahan tersangka Mukhidin. 

Dalam putusan perkara Sumadi (47), Mukhidin dan Ida Nursanti diduga terlibat korupsi dan merugikan negara atas pengadaan tanah kantor PA. Sumadi sendiri dalam kasus tersebut menjabat selaku (PPK), kemudian Mukhidin selaku pejabat kuasa pengguna anggaran, dan untuk Ida Nursanti sebagai pemilik tanah.

Persoalan itu masuk ke ranah hukum, karena tanah itu dibeli PA Blora Rp 470 ribu per/m2, sementara tanah lain yang bersebelahan (saat itu) hanya seharga Rp 250 ribu per/m2. Proyek tanah itu bermasalah setelah Kejari mencium ada permainan antara pemilik tanah dan panitia pengadaan. Mereka dinilai telah melakukan persekongkolan dalam memark-up pembelian tanah kantor PA Blora,

Bahkan hasil audit BPKP Jateng, ditemukan kerugian keuangan negara Rp 1,356 miliar. Pengadaan tanah gedung PA itu mendapat bantuan anggaran dari APBN sebesar Rp 2,239 miliar. (yud/eko/pi)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU

Cemburu, Pelajar SMP Bunuh Pemuda Balongbendo

KRIMINAL 2018-06-22 18:40:55

Dua Bocah Kendangsari Dicabuli Tetangga

KRIMINAL 2018-06-22 18:31:49

Komplotan Begal Rampas Motor Remaja Manukan

KRIMINAL 2018-06-22 18:29:37

Lagi, Pabrik Arak Tuban Digerebek

KRIMINAL 2018-06-22 18:26:14

Polda Amankan Pemalsu Merek Beras 

KRIMINAL 2018-06-22 18:21:01

Hari Pertama Kerja, Gedung PN Sunyi

SURABAYA KOTA 2018-06-22 18:17:45

Permasalahan di Surabaya Semakin Kompleks

SURABAYA KOTA 2018-06-22 18:15:10

Hujan Deras, Dua Rumah Tertimpa Longsor

PERISTIWA 2018-06-22 18:12:02

Tak Terima Ditegur, Pemabuk Kepruk Gelas

KRIMINAL 2018-06-22 18:09:01

Turun dari Perahu Pemuda Ngraho Dikeroyok

PERISTIWA 2018-06-22 18:06:35